Cara Membangun Personal Branding: Buat Dirimu Menonjol

seorang pria sedang mendesign di depan pc

Share This Post

Edukasi tentang cara membangun personal branding merupakan hal yang penting. Apa yang kamu bagikan di sosial media secara ga langsung mencerminkan diri kamu.

Faktanya, banyak perekrut yang melihat sosial media calon pekerja sebelum merekrut mereka. Makanya, edukasi tentang personal branding jadi penting banget loh!

Artikel ini bakal membahas mulai dari definisi personal branding. Mulai dari cara membangunnya, tujuan dari personal branding, sampai personal branding di media sosial.

Definisi Personal Branding

tim sedang berdiskusi
Foto: unsplash.com

Para ahli punya pendapat masing-masing tentang personal branding. Tapi, konsep dari personal branding pertama kali diperkenalkan sama Erving Goffman (1959) di bukunya, “The Presentation of Self in Everyday Life.” Konsep ini dipopulerkan oleh Tom Peters (1997) di artikelnya yang judulnya “The Brand Called You.”

Kalau menurut Khedher (2010) personal branding itu adalah proses terencana dimana seseorang berusaha buat memasarkan diri mereka.

Banyaknya buku, majalah, website, dan pelatihan tentang personal branding jadi penyebab utama kenapa hal ini bisa populer.

Menurut Peter di Khedher (2010) Kunci dari konsep personal branding adalah “orang” yang dianggap sebagai brand. Setiap orang bisa punya personal brand, ga peduli usia, posisi, atau bisnis mereka.

Personal brand adalah refleksi masing-masing orang dari kemampuan dan gaya hidup mereka. Makanya, konsep personal branding diterapkan dengan betul bisa mengubah seseorang menjadi brand di berbagai bidang.

Nowadays, people know the price of everything and the value of nothing.

Oscar Wilde

Cara Membangun Personal Branding

bangun personal branding
Foto: unsplash.com

Kayak yang sudah dibahas sebelumnya, personal branding adalah suatu cara untuk memasarkan diri di tengah masyarakat.

Menurut Khedher (2010) ada tiga cara buat membangun personal branding kamu nih.

1. Bangun Identitas Personal Brand Kamu

Personal branding dibangun dari kepercayaan, nilai, motif, dan pengalaman kamu. Orang yang mau membangun personal branding harus bisa membedakan diri mereka, dari gerombolan orang yang lain. Tapi harus kamu ingat, kalau mau punya personal brand, kamu juga perlu menyesuaikan target market kamu.

Identitas dari personal branding berdasarkan dari karakteristik internal yang ada di diri kamu. (kepribadian) Sementara karakteristik eksternal itu kayak hubungan mu dengan orang lain. Karakteristik tadi lalu dibandingkan, dan dicocokkan dengan target market.

2. Kembangkan Positioning Brand Kamu

Bayangin personal branding kamu harus selalu ada di pikiran customer. (target market) Tahap positioning ini erat hubungan nya sama bagaimana kamu berkomunikasi dengan target market kamu.

Setiap individu bisa pakai brand positioning buat menghighlight sisi positif yang dihargai target market dalam diri mereka. Sambil tetap menjadi unik.

Tahap brand position ini adalah bagaimana kamu merepresentasikan diri. Penampilan, sikap, kinerja, bagaimana kamu membentuk persepsi orang lain, dan kemampuan buat memenuhi standar budaya.

3. Evaluasi Citra Brand Kamu

Personal branding itu tentang mengambil kendali atas citra diri sendiri, dan sama seperti produk atau perusahaan.

Personal branding ada buat mencapai hasil. Orang yang giat membangun citra professional dianggap layak dan mampu memenuhi tujuan mereka.

Nah, tujuan dari Langkah ini adalah buat menentukan keberhasilan kamu dalam membangun branding. Di sini penting buat kamu untuk tau feedback dari orang lain atau dari target market kamu. Karena menjadi sebuah brand membutuhkan pengakuan dan masukan dari orang lain.

Video: Penulis – 3 Cara Membangun Personal Branding

Tips Membangun Personal Branding

diskusi antar tim
Foto: unsplash.com

Salah satu cara membangun personal branding adalah dengan menjadi diri sendiri. Dari sini kamu bisa menjadi unik di mata orang lain.

Dalam membangun personal branding sebaiknya kamu menjadi diri kamu. Kamu bisa tunjukkan kemampuan authentic, yang menunjukkan karakter asli kamu.

Selain hal diatas, kamu juga perlu memperhatikan penampilan. Bukan berarti kamu harus good looking buat punya personal branding, tapi juga emosi kamu. Menurut Vara, dalam Johnson (2017) lingkup emosi meliputi perkataan dan perbuatan kamu.

Gambaran diri kita yang bakal melekat di orang lain adalah cerminan dari kehidupan sehari-hari, dan bagaimana kita berinteraksi dengan orang lain.

A person’s external appearance may portray a professional image, but it is also important that a person’s behaviour do so as well.

Vara as cited in Johnson

Selain apa yang sudah disebutkan, ada beberapa tips buat membangun personal branding kamu loh!

1. Analisa SWOT

Salah satu cara membangun personal branding adalah dengan aware dengan diri sendiri. Bagaimana kamu bisa menjual sebuah produk, kalau kamu ga tahu apa produk yang kamu jual?

Kamu harus paham kemampuan kamu, bakat, kepribadian, kekuatan, dan kelemahan. Buat tahu semua hal itu, kamu bisa pakai analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Tactics)

Analisa SWOT membantu kamu buat tahu apa kekuatan dan kelemahan kamu, dan bagian mana yang harus dievaluasi.

2. Personal Branding Statement

Kalau kamu sudah analisis SWOT, kamu bisa membuat statement personal branding yang menghighlight ke unikan kamu. Tapi, kamu harus ingat kalau mau membuat statement, kamu harus tahu target market kamu siapa, atau apa pekerjaan yang kamu incar.

Personal branding membuat kamu bisa membedakan dirimu ditengah kerumunan orang lain. Sebuah personal branding mengidentifikasi apa yang kamu kerjakan, dan siapa sebenarnya dirimu, bagaimana kamu mengerjakannya, kenapa orang lain harus peduli, dan apa yang membuat kamu unik.

Contoh cara membangun personal branding statement yang baik menurut Hughes dalam Johnson (2017) adalah:

“I’m a technology entrepreneurial marketer with a passion for building teams of brand advocates by fostering relationships with customers and users”

Capaian Dalam Membangun Personal Branding

Kalau sudah mengenal apa itu personal branding, dan bagaimana cara kamu membentuknya, rasanya bakal susah membentuk sesuatu kalau ga tahu apa manfaatnya kan?

Menurut Khader (2010) ada tiga tujuan atau manfaat dari personal branding:

1. Human Capital

Benefit yang pertama adalah human capital, atau modal manusia. Orang yang terus terlibat sama personal branding bakal berkembang lebih jauh dengan belajar secara giat. Baik itu lewat Pendidikan, pelatihan, atau aktivitas lain yang bakal meningkatkan kemampuan mereka.

Menempatkan diri dengan belajar membuat mereka berbeda, dan unik sebagai seorang ahli di bidangnya. Hal ini juga membangun reputasi, kredibilitas, dan menambah kesempatan buat promosi dalam karier mereka, dan pastinya membangun rasa percaya diri.

Baca juga: Mindset: Kunci Di Balik Kesuksesan Michael Jordan

2. Social Capital

Kalau human capital berfokus buat mengembangkan diri, social capital merujuk ke bagaimana seseorang menambah jaringan dan relasi.

Personal branding adalah investasi yang dibuat seseorang buat meningkatkan public image mereka. Dikenal banyak orang bisa menjadi pengukur apakah seseorang sukses dalam membangun kredensial personal branding mereka.

3. Economic Capital

Kalau kamu kembangkan Personal branding baik-baik, maka akan menghasilkan kesuksesan finansial dan keuntungan ekonomi.

Dunia kapitalis yang selalu berubah dan mengarah ke globalisasi membutuhkan orang yang bisa bernegoisasi. Hal ini bisa kamu dapat dari personal branding.

Dengan personal branding orang-orang bakal memposisikan diri mereka sebagai sebuah brand. Misalkan ketika masuk ke dunia kerja, orang akan berkompetisi dengan pencari kerja yang lain.

Menurut penelitian, orang yang punya personal branding punya value atau nilai yang lebih. Hal ini bakal meningkatkan kesempatan mereka buat dapat pekerjaan, dan meningkatkan gaji mereka.

Cara Membangun Personal Branding di Media Sosial

Personal branding di media sosial
Foto: unsplash.com

Sosial media menjadi tempat yang cocok bagi marketer untuk memasarkan produk mereka. Kamu ga butuh biaya buat memasarkan sesuatu. Yang kamu perlukan hanya berinteraksi di sosial media, dan produk kamu bakal dikenal orang.

Kalau menurut Karaduman (2013) kehadiran di media sosial menaikkan kemumungkinan kamu buat menambah network baru, dan memperkuat yang sudah ada. Selain itu, banyaknya informasi yang ada di sosial media memaksa penggunanya buat berkompetisi untuk mempengaruhi.

Faktanya, terlibat di sosial media bisa dampak positif buat personal branding kamu.

Ada satu hal yang harus kamu perhatikan kalau mau membangun personal branding di media sosial yaitu: kamu harus konsisten bagaimana kamu membranding diri.


Ga kayak kehidupan dunia nyata dimana kepribadian kamu bisa berubah, di media sosial kamu harus konsisten. Bagaimana kamu mau dilihat orang lain? Gambaran kayak tentang kamu yang ada di pikiran orang?

Sudah banyak studi yang membuktikan kalau prilaku, dan penampilan yang ga profesional di media sosial bisa berakibat buruk ke karier kamu.

Conclusion

Personal branding jadi hal yang penting di era digital. Apa yang kamu bagikan, apa yang kamu lakukan di sosial media bisa berakibat buruk buat karier kamu.

Kamu bisa mulai bangun personal branding dengan bangun identitas kamu, posisikan, dan evaluasi diri. Kamu juga bisa pakai analisis SWOT buat tahu seperti apa diri kamu.

Selain membentuk identitas, personal branding juga punya tujuan yang berupa human capital, social capital, dan economic capital.

Supaya personal branding kamu makin kuat, kamu bisa pakai media sosial. Dengan media sosial, kamu bisa terus mempengaruhi orang, dan berinteraksi menjalin network.

Referensi

Johnson, K. (2017). The Importance of Personal Branding in Social Media: Educating Students to Create and Manage their Personal Brand. International Journal of Education and Social Science, 4, 21 – 27.

Karaduman, I. (2013). The Effect of Social Media on Personal Branding Efforts of Top Level Executives. Procedia Social and Behavioral Science, 99, 465 – 473.

Khedher, M. (2010). Personal Branding Phenomenon. International Journal of Information, Business and Management, 6, 29 – 40.

#GlowUp Bareng yuk

Level up dirimu dengan subscribe

Lanjut baca