Apa Itu Kamera Analog: Hasil Jepretan Hingga Harganya

kamera analog dan filmnya

Share This Post

Main kamera analog memang membutuhkan uang yang ga sedikit. Tapi, buat sebagian orang kamera jadul punya ciri khas tersendiri.

Kamera analog itu apa? Kayak Namanya, kamera analog adalah kamera yang ga menghasilkan gambar digital sebagai hasil akhir, tapi menggunakan medium film sebagai hasilnya. Hasil jepretan dalam film itu nantinya bisa kamu cetak dan scan.

Lalu, apa perbedaan kamera analog dan kamera digital? Kamera analog adalah kamera yang menggunakan medium film buat mengambil gambar. Selain itu, kamera ini kebanyakan juga ga pake baterai alias full mekanik.

Di artikel kali ini kita bakal bahas serba serbinya, dari mulai apa itu kamera analog, harga kamera analog pemula.

Jenis Kamera Analog

Umumnya ada tiga jenis kamera analog. Point and shoot atau disingkat PNS, kemudian kamera range finder, dan yang terakhir adalah single lens reflect atau SLR. Setiap kamera tadi punya sistem yang menarik dan beda-beda.

1. Kamera Point and Shoot

Jenis kamera analog pertama adalah Point and Shoot. Kayak namanya, kamera PNS ga pakai sistem yang rempong. Kamu ga perlu punya kemampuan fotografi buat pakai kamera ini. Yang perlu kamu lakukan adalah bidik dan tinggal jepret deh!

Umumnya kamera ini sudah menggunakan mesin elektrik dan menggunakan baterai sebagai sumber energinya. Salah jenis satu kamera analog PNS populer adalah Olympus MJU II

Olympus Mju-II
Foto: flickr.com – Olympus MJU II

2. Kamera Rangefinder

Jenis kamera analog selanjutnya adalah kamera rangefinder. Kamera satu ini punya sistem unik buat focusingnya! Kalau kamu mau buat gambar yang fokus, kamu harus “menyatukan” gambar yang terlihat punya clone di view finder.

view finder kamera canonet QL GIII
Foto: Dokumentasi penulis – Viewfinder kamera rangefinder

Jenis Kamera analog rangefinder memiliki sistem yang full mekanik. Beberapa membutuhkan baterai untuk light meternya. Salah satu kamera range finder popular adalah seri Canonet QL GIII

Canonet GIII QL 17
Foto: flickr.com – Canonet QL GIII

3. Kamera SLR

Jenis kamera analog yang terakhir adalah single lens reflect atau SLR. Kamera yang bakal jadi kamera DSLR atau digital single lens reflect. Didalamnya ada kaca yang memantulkan gambar, kayak namanya. Kamera SLR ada yang sudah elektrik, dan ada juga yang full mekanik.

Seperti jenis kamera analog rangefinder, untuk mengoperasikannya kamu perlu paham segitiga eksposur dulu buat main kamera analog jenis ini. Contoh kamera SLR adalah Canon FTB QL

Canon FTb QL
Foto: flickr.com – Canon FTB QL

Alasan Buat Main Kamera Analog

Bagi banyak orang, main kamera analog atau kamera jadul memberi kesan beda kalau dibanding memotret pakai kamera digital. Ini nih alasan kenapa kamu harus main analog!

1. Tone Warna yang Spesial

Hasil jepretan kamera analog punya tone dan efek spesial yang ga bisa dihasilkan kamera digital. Walaupun ada kamera digital yang bisa menghasilkan tone khas film dari kamera analog seperti seri kamera Fuji X-Pro, tapi hasil kamera analog tetap irreplaceable!

Contohnya ada film Kodak yang punya tone hangat dan kekuningan. Kebalikannya, film Fuji punya tone yang dingin dan kehijauan. Eits buat hasilnya kamu bisa lihat di bawah nanti yaa!

2. Grain is Good

Selain punya warna khas yang dihasilkan dari bermacam film, hasil kamera jadul juga memiliki ciri khas berupa grain. Grain dihasilkan dari imperfection lensa dan kamera.

Kecacatan tersebut menghasilkan gambar yang kurang tajam, dan biasanya akan menghasilkan bintik kecil pada hasil foto.

grain pada film berupa bintik-bintik kecil
Foto: Dokumentasi Penulis – Film grain berupa bintik kecil

3. Seni Menunggu

Kalau kamu memutuskan buat main kamera analog, kamu harus bisa bersabar menunggu, soalnya main kamera analog berarti berproses. Dimulai dari memotret, kamu ga bisa melihat hasil jepretan setelah memotret, kamu harus menunggu sampai film selesai dicuci.

Proses pencucian film bergantung bagaimana atau dimana kamu mencucinya. Biasanya proses pencucian memakan waktu sekitar satu hari penuh. Selama menunggu ini kamu akan dibuat penasaran, kira-kira bakal seperti apa hasil jepretan kamu. Bakal overexposed, atau underexposed? Atau malah ga fokus!

sunrise di gunung bromo, hasil foto underexposed
Foto: Dokumentasi Penulis – Underexposed photo

Waktu hasil cucian keluar, kamu bakal dibuat takjub dan senang. Sebuah kejutan buah hasil kesabaranmu. Banyak orang yang menjadikan ini sebagai alasan utama mereka memilih kamera analog dibanding digital.

4. Eksperimen

Eksperimen! Banyaknya jenis film, lensa, dan kamera diluar sana tentu membuat kamu penasaran seperti apa hasilnya kan? Ga kayak kamera digital, setiap film, kamera, dan lensa punya ciri khasnya masing-masing loh!

Contohnya adalah lensa Helios. Lensa ini terkenal dengan swirly bokehnya. Efek ini berupa bokeh (blur) yang berbentuk lingkaran.

Untitled
Foto: flickr.com – Helios swirly bokeh

Apa itu Roll Film Kamera Analog?

Ga kayak kamera digital yang menghasilkan gambar digital, kamera analog menggunakan medium film buat menghasilkan gambar.

Film umumnya sudah berbentuk roll dan dimasukkan kedalam canister. Rata-rata satu canister film bisa kamu gunakan untuk 36 kali jepret. Film itu sensitif banget sama cahaya, makanya kalau kamu mau masukin film ke kamera pastikan kamu ga narik lidah film terlalu panjang. Kalau ini sampai terjadi, hasil roll film bakal terbakar

hasil roll film terbakar
Foto: Dokumentasi Penulis – Film yang terbakar

Di pasaran ada banyak jenis film, ada yang berwarna, hitam putih atau BW dan bulk atau remjet. Kedua jenis film ini harus diproses dengan cairan kimia yang beda buat menghasilkan gambar.

Contoh brand film warna populer: Kodak Colorplus 200 dan Fuji Color C200. Buat contoh brand film BW adalah Fomapan, dan bulk film (biasanya digunakan untuk produksi film skala besar) Brand yang umum buat jenis film ini adalah Kodak Vision.

Biaya Main Kamera Analog

Oke masuk ke tahap itung-itungan. Buat main kamera analog, kamu udah pasti dong butuh kameranya. Kamu bisa pilih satu dari jenis kamera yang sudah disebutin diatas. Tinggal cocokin sama gaya kamu.

Buat kamu yang suka simple, kamu bisa pilih kamera PNS, tinggal bidik dan jepret. Tapi kalau kamu mau belajar fotografi lebih dalam, memahami segitiga eksposur kamu bisa pilih kamera rangefinder atau SLR.

Sekarang kamera analog sudah banyak tersedia di berbagai market place kayak Tokopedia, shopee dan Instagram. Hal yang perlu kamu perhatikan dalam membeli dan main kamera analog baru adalah:

  1. Pastikan mekanisme elektrik bekerja buat kamera yang sudah elektrik.
  2. Cek lensa kamera, kamu bisa mengecek dengan menerawang lensa kearah cahaya untuk memastikan tidak ada jamur di lensa.
  3. Cek juga mekanisme kamera kayak self-timer, light meter, dan mode bulb. Karena umur, banyak kamera yang mekanismenya bermasalah atau tidak bekerja. Tapi, kamera kayak gini biasanya berharga miring.
  4. Periksa kompartemen film chamber, pastikan tidak ada jamur didalamnya.
  5. Kalau kamera menggunakan baterai, kamu bisa tanya penjual untuk memastikan jenis yang digunakan.

Harga satu kamera point and shoot dibanderol sekitar Rp. 300.00 hingga Rp. 750.000, tergantung dari brand dan jenis apa yang kamu pilih. Sementara kamera rangefinder dan SLR biasanya dibanderol dengan harga sekitar Rp. 500.000 hingga 1.750.000.

Tentu akan harga akan semakin naik kalau kamu memilih lensa atau kamera yang langka. Langkah selanjutnya kamu harus pilih film. Harga satu roll film dipasaran juga variatif.

Belum lama ini Kodak dan Fuji menaikkan harga produk mereka dikarenakan langkanya bahan baku. Buat pemula, kamu bisa mencoba film Kodak Vision 250D, 500T, dan 200T Film ini adalah jenis film cinema (bulk/ramjet) dengan harga terjangkau.

Kamu bisa berlatih memotret sebanyak 36 kali dengan harga satuan sekitar Rp. 60.000 – 70.000 saja. Beberapa tempat rekomendasi membeli roll film adalah Hungry for Film, Lapan Lab, Anak Analog, dan lain-lain. Kalau kamu tertarik buat membeli film bulk, kamu bisa klik di sini.

Langkah terakhir buat main kamera analog yaitu cuci dan scan hasil foto kamu. Harga yang ditawarkan buat cuci dan scan juga variatif, tergantung lab pilihan kamu. Tapi, harga umumnya adalah Rp. 65.000. Belum termasuk ongkos kirim kalau rumah kamu jauh dari labnya.

Kalau kamu tinggal di sekitar Jakarta Selatan dan mau cuci scan hasil jepretan, ada lab di daerah Melawai yang namanya Soup N Film.

Total biaya yang bakal kamu butuh buat main kamera analog sekitar Rp. 3055,00. per jepret! (harga film + biaya cuci scan/36) Biaya itu belum termasuk kalau kamu mau jajan kamera, atau kalau jarak lab ke rumah mu jauh yaa! Rincian biaya buat main kamera analog tadi bisa dilihat di infografis ini ya!

Hasil Jepretan Kamera Analog

Buat kamu yang penasaran gimana sih hasil foto kamera analog nih, Kyfaan ada beberapa hasilnya di bawah ini!

hasil jepretan kamera analog di sekitar stasiun MRT BlokM
Foto: Dokumentasi Penulis – Canon FTB + Fuji C200
hasil foto kamera analog di Restoran Jepang
Foto: Dokumentasi Penulis – Canon FTB QL + Fuji C200

Hasil kedua foto kamera analog di atas diambil pake kamera Canon FTB, dan roll film Fuji C200 di sekitar Blok M, Jakarta. Walau pun tergolong kamera lawas, hasil dari kamera analog Canon FTB ini bisa dibilang tajam.

hasil foto kamera analog di Bromo
Foto: Dokumentasi Penulis – Canon FTB QL + Fuji Industrial 100
Hasil jepretan kamera analog Bunga sakura, Batu, Malang.
Foto: Dokumentasi Penulis – Canon FTB QL + Fuji Superia Xtra 400

Nah, karena roll film Fuji sendiri berasal dari Jepang, roll ini punya karakter cool. Hasil foto analog kedua gambar ini masih diambil pake kamera yang sama. Di sini kamu bisa lihat gimana kecenya bokeh dari lensa Canon FD f 1.8.

hasil jepretan kamera analog Bukit Teletubbies, Bromo Tengger Semeru
Foto: Dokumentasi Penulis – Canon Canonet QL GIII + Fuji C200
hasil jepretan kamera analog di Museum Fatahillah, Jakarta
Foto: Dokumentasi Penulis – Canon Canonet QL GIII + Kodak Gold 200

Kebalikan dari hasil film analog Fuji yang punya karakter dingin, Kodak punya tone yang kuning dan hangat.

Conclusion

Main kamera analog memang membutuhkan uang yang tidak sedikit, but it’s worth trying! Kamu bakal dibuat kaget dengan hasil yang bener-bener out of the box dari yang kamu perkirakan.

Dibutuhkan kesabaran yang ekstra dan banyak trial and errors dalam bermain kamera analog. Banyak orang mengira hasil kamera analog ga tajam kayak kamera digital, tapi It’s its imperfection that make it perfect. Pemain analog justru menemukan kesenangan dari sini.

Kamu juga bisa gabung komunitas hunting Photowalk Ramean supaya bisa dapet temen hunting loh! Gimana menurut kalian? Let me know in comment section!

#GlowUp Bareng yuk

Level up dirimu dengan subscribe

Lanjut baca