Smart Goals: Strategi Capai Goal ala Top Company

Share This Post

Metode smart goals udah banyak digunakan perusahaan top dunia buat mencapai tujuan mereka. Banyak penelitian membuktikan dengan mengatur target dan tujuan memungkinkan kamu buat fokus mencapai tujuan.

Apa itu smart goal?

apa itu smart goal yang sangat penting untuk tujuan
Smart goal sangat penting untuk mencapai tujuan – Foto: unsplash.com

Smart goals merupakan metode yang sudah digunakan banyak perusahaan untuk mencapai target bisnis mereka.

Kata SMART adalah kependekan dari specific, attainable/achieveable, relevant, dan time bound. Kelimanya bisa jadi framework yang hebat kalau kamu pakai untuk mencapai tujuan.

Mengatur tujuan dalam hidup kayak kata Aristotles dan Plato bisa memotivasi kamu buat bekerja lebih giat. Sun Tzu juga bilang kalau mencapai kemenangan (tujuan) lebih penting dari pada cara mendapatkannya.

Jadi, kenapa kamu harus punya goal? Menurut Dr. Edwin Locke, karyawan bakal lebih termotivasi kalau mereka dikasih goal yang jelas. Mereka juga lebih termotivasi kalau dikasih masukkan/feedback yang jelas dari pekerjaan mereka.

Smart goals dipercaya pertama kali diperkenalkan sama Geroge T Doran (1981) di artikelnya.

You’ve got to be very careful if you don’t know where you’re going, because you might not get there.

Yogi Berra

1. Specific

Sebuah goal harus spesifik, menjelaskan apa yang mau kamu capai. Goal yang spesifik bakal membuat kamu lebih fokus. Ga cuma itu, goal kamu juga harus mudah dimengerti apa lagi kalau goal yang kamu atur adalah goal dari organisasi kamu.

Kamu bisa coba buat tulis goal supaya bisa jelas dikomunikasikan. Semakin detail goal kamu, semakin mungkin kamu mencapai tujuan.

Misalkan pernah ga kamu merasa bingung tanpa arah atau tujuan? Kalau pernah, kamu harus coba menuliskan goal kamu. Dimulai dari hal kecil, misalkan, goal kamu adalah bisa bekerja di perusahaan unicorn di bidang digital marketing.

Kamu bisa mulai set goals dimulai dari belajar digital marketing lewat kelas online, setelah itu kamu bakal membangun portfolio. Kemudian dilanjut dengan membantu mengembangkan bisnis teman-teman kamu lewat apa yang sudah kamu pelajari di kelas online.

Lalu mungkin kamu bisa daftar magang di agensi-agensi digital marketing. Baru, setelah membangun portfolio, dan pengalaman dari tempat magang, kamu bisa mendaftar di perusahaan unicorn tadi.

Contoh tadi merupakan specific goal. Ga cuma spesifik, kamu juga harus mengurutkan goal supaya terstruktur.

2. Measureable

Metode smart goal selanjutnya adalah measurable atau dapat diukur. Measurment atau pengukuran bisa kamu capai dari data. Disini kamu juga bisa mengukur progress kamu dalam mencapai goals.

Misalkan, di goal kamu sebelumnya buat kerja di perusahaan unicorn. Kamu bisa tracking sudah sejauh mana pengetahuan kamu di bidang digital marketing. Lihat portfolio kamu, sudah sebagus apa, dari sini kamu bisa memperkirakan apa yang kurang buat mencapai goals kamu tadi.

3. Achieveable or attainable

Selanjutnya adalah achievable. Mampukah kamu buat mencapai goal yang sudah kamu targetkan?

Achieveable bukan berarti goal kamu harus gampang, tapi sebaliknya goal kamu harus menantang. Goal kamu harus bisa membuat pencapaian. Goal yang achieveable juga membuat kamu lebih flexible. Kalau menurut kamu udah ga mungkin mencapai goal, kamu harus meninggalkannya.

Misalkan, kamu mau ikut lari marathon, tapi kamu baru selesai operasi. Ini ga mungkin kan? Makanya goal ini bukan goal yang achieveable.

Baca juga: Efikasi Diri: Bagaimana Kamu Bisa Berprestasi Lebih Banyak

4. Relevant or realistic

Metode SMART goal selanjutnya adalah relevant atau realistic. Sebuah goal harus selaras dengan tujuan hidup kamu. Setiap goal yang kamu ambil harus bisa membuat kamu melangkah menjadi lebih baik, atau membantu kamu mencapai goal yang lebih besar.

Kayak yang udah di sebutkan sebelumnya, kamu harus membuat goal kecil dahulu sebelum goal besar. Disinlah smart goals bagian realistic atau relevant bisa kamu gunakan.

Kembali lagi ke contoh kamu yang mau bekerja diperusahaan unicorn, kamu ga mungkin set goal buat menjadi seorang digital marketer, tapi yang kamu tekuni adalah ilmu astronomi.

5. Time bound

Step terakhir dalam pengaplikasian smart goals adalah time bound. Artinya, goal yang kamu set harus punya titik akhir.

Intinya, kamu harus punya waktu sebagai tolak ukur dalam mencapai tujuan kamu. Limitasi waktu juga membuat kamu lebih fokus buat mewujudkan goal.

Kita balik lagi ke contoh tadi, kamu mau bekerja di perusahaan unicorn. Tapi, kamu ga punya batasan waktu buat memperkirakan kemampuan kamu. Bayangkan kalau kamu mau kerja di perusahaan unicorn tadi, tapi ga punya limitasi waktu.

Kamu bakal merasa masih punya lain waktu buat belajar, dan menunda-nunda. Hal ini yang bakal membuat kamu gagal.

Smart Goals 101

Apa itu smart goals strategi mencapai tujuan
Smart goals 101 – Infografis: penulis

References

Lee, W. (2010). Planning for Success: Setting SMART Goals for Study. British Journal of Midwifery, 18, 744 – 746.

Cothran, H., & Wysocki, A. (n.d). Developing SMART Goals for Your Organization.

Lawlor, K., & Hornyak, M. (2012). SMART Goals: How The Application of SMART Goals Can Contribute to Achievement of Students Learning Outcomes. Developments in Business Simulation and Experiential Learning, 39, 259 – 267.

#GlowUp Bareng yuk

Level up dirimu dengan subscribe

Lanjut baca

Uncategorized

All That Glitters Is Not Gold

For Me, Myself, and I Prakata Empat tahun belajar Bahasa dan Sastra Inggris menjadikan pikiranku lebih terbuka. Dari sini aku tersadar kalau tidak semua hal